Rabu, 10 Oktober 2007

Hotmaida Ys

PERJALANAN BANGSA ISRAEL MENUJU TANAH PERJANJIAN

Pendahuluan

Ada suatu keluarga atau anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub, masing-masing adalah Ruben, Simon Lewi dan Yehuda Isakhar, Zebubu dan Benyamin. Serta Naftali Bad dan Asyer. Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah 70 jiwa. Tetapi Yusuf sudah di Mesir, pada saat itu Fir'aun. Dalam pemerintahan Fir'aun ada sesuatu perintah agar setiap anak laki-laki dibunuh. Tetapi ada seorang laki-laki, yang parasnya ganteng, cakap. Dan ia tidak dapat menyembunyikannya lama-lama. Maka anak bayi laki-laki itu dimasukkan ke dalam peti pandan. Dan peti itu ditaruhnya ditengah-tengah di tepi sungai Nil. Maka datanglah puteri Fir'aun untuk mandi di sungai Nil. Lalu ia melihat peti ditengah-tengah teberau itu (Sungai Nil) disuruhnya hamba perempuannya mengambilnya ketika dibukanya ada seorang anak laki-laki. Putri Fir'aun menangis dan mengatakan bahwa ini adalah bayi orang Ibrani dan mengambil inang penyusu yaitu ibu dari anak bayi laki-laki itu sendiri. Dan di beri nama puteri Fir'aun “Musa” yang artinya di ambil dari “Air”.

Setelah musa dewasa ia keluar untuk menemui saudara-sardaranya dan ia melihat orang Mesir memukuli salah seorang dari Israel dan Musa membunuh orang mesir itu. Dan tidak lama kemudian hal ini diketahui oleh Raja Fir'aun. Raja Fir'aun mencari Ikhtiar untuk membunuh Musa. Musa pun melarikan diri dari Mesir. Lama sesudah itu matilah raja Mesir tetapi orang Israel mengeluh berteriak karena perbudakan itu dan Allah mendengar. Maka Allah memilih Musa dan mengutusnya untuk membawa bangsa Israel keluar dari tahanh perbudakan (Mesir) ke tanah Kanaan yang penuh Susu dan Madu.

Adapun Tuhan sudah berfirman kepada Musa di Midian, kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin nyawamu telah mati. Kemudian Musa mengajak istri dan anaknya laki-laki. Mereka naik keledai dan kembali ke Mesir. Dan tongkat Allah itu dipegangnya. Firman Tuhan kepada Musa pada waktu engkau hendak kembali ke Mesir, ingatlah supaya segala mujizat yang telah kuserahkan ke dalam tanganmu kau perbuat di dalam Fir'aun. Tetapi Allah mengeraskan hati Fir'aun.( Kel 4 : 19 - 23 )

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa. Lihat Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Fir'aun. Dan Harun abangmu akan menjadi Nabimu. Engkau harus mengatakan segala yang kuperintahkan kepadamu dan Harun abangmu harus bicara kepada Fir'aun supaya di biarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya. Tetapi Allah (aku) akan mengeraskan hati Fir'aun. Dan Aku akan memperbanyak mujizat-mujizat yang Ku buat di tanah Mesir.

Demikianlah di perbuat Musa dan Harun, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada mereka. Musa sudah berusia delapan puluh tahun (80 tahun) sedangkan Harun abangnya delapan puluh tiga tahun (83 tahun), ketika mereka berbicara atau menghadap Fir'aun. Allah berfirman kepada Musa dan Harun apa bila Fir'aun berkata kepada kamu, tunjukkanlah suatu mujizat, maka haruslah kau katakan kepada Harun, ambillah tongkatmu dan lemparkanlah itu di depan Fir'aun maka tongkat itu akan menjadi ular. Kemudian Fir'aun pun memanggil orang-orang yang berilmu, dan ahli-ahli sihir mereka pun membuat demikian dengan ilmu mantra mereka masing-masing mereka melemparkan tongkatnya dan tongkat itu menjadi ular, tetapi tongkat harun menelan tongkat-tongkat mereka. Namun Fir'aun tetap mengeraskan hati seperti yang difirmankan Tuhan. ( Kel 7 : 1 - 13 )

Hukuman Tuhan terhadap bangsa Israel karena tetap mengeraskan hati sehingga Tuhan Allah mendatangkan 10 tulah kepada bangsa Israel.

  1. Air menjadi darah ( Kel. 7 : 14 - 25 )
  2. Tuhan mendatangkan katak di tanah Mesir ( Kel. 8 : 1 - 15 )
  3. Tuhan mendatangkan nyamuk ( Kel. 8 : 16 - 19 )
  4. Tuhan mendatangkan lalat pikat ( Kel. 8 : 20 - 23 )
  5. Tuhan mendatangkan Penyakit Sampar ( Kel. 8 : 24 - 25 )
  6. Tuhan mendatangkan Bara ( Kel. 9 : 8 - 12 )
  7. Tuhan mendatangkan hujan es ( Kel. 9 : 13 - 34 )
  8. Tuhan mendatangkan Belalang ( Kel. 10 : 1 - 20 )
  9. Tuhan mendatangkan gelap gulita ( Kel. 10 : 21 - 29 )
  10. Tuhan membuat semua anak sulung meninggal ( Kel. 11 : 1 - 10 )

Paskah bagi bangsa Israel adalah korban buat Tuhan Allah seluruh bangsa Israel haruslah merayakan Paskah, tetapi orang-orang yang belum menetap di Israel (pendatang) tidak dapat melakukan Paskah (Kel. 12 : 43 - 49 ) dan apa yang difirmankan dan ditetapkan Tuhan dilakukan oleh bangsa Israel. Dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan. Mereka harus menyeberangi laut Teberau. Tetapi Tuhan sayang kepada bangsa Israel dan melalui tongkat Musa laut Teberau terbagi dua maka bangsa Israel dapat menyebrang laut. Bangsa Israel merasakan betapa Tuhan menyertai, menjaga mereka. Dan melalui kejadian ini mulailah bangsa Israel takut akan Tuhan. Setelah bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan dalam perjalanan Israel tibalah di gurun Sinai bangsa Israel bersungut-sungut karena kelaparan, tetapi Tuhan selalu mengasihi bangsa Israel dan Tuhan berjanji pada waktu petang kamu akan makan daging dan waktu pagi kamu makan roti. Dalam berkat ini Tuhan membuat suatu perintah harus diambil sesuai keperluannya masing-masing tapi bangsa Israel ada yang tidak taat ada yang mengambil lebih dari keperluannya maka roti itu penuh ulat dan membusuk. Musa pun marah atas perbuatan bangsa Israel. Tuhan selalu mengampuni bangsa Israel, Tuhan menetapkan setiap pagi makan roti yang disebut dengan “Roti Manna” selama dalam perjalanan 40 tahun bangsa Israel makan roti manna setiap pagi. Adapun Tuhan Allah yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Allah membuat 10 hukuman taurat.

  1. Hukum 1 s/d 4 adalah hukum hubungan Tuhan dengan manusia ( Kel. 20 : 1 - 11 )
  2. Hukum 5 s/d 10 adalah hukum hubungan manusia dengan manusia (Kel.20:12 - 17)

Sebagai peraturan-peraturan bagi bangsa Israel, karena bangsa Israel masih menyembah berhala dan selalu jatuh dalam dosa, setelah Tuhan Allah memberikan peraturan-peraturan dan 10 hukum taurat. Tuhan Alah berfirman kepada Musa agar membangun kemah suci yang terbuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua kain ungu muda dan kain kirmizi dengan ada kerubnya buatan ahli tenun. Musa pun membangun kemah suci supaya Allah ada bersama - sama dengan bangsa Israel.

Setelah kemah suci didirikan oleh Musa tidak lama kemudian. Hamba Tuhan itu (Musa) mati. Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu. Hambaku Musa telah mati, bersiaplah sekarang sebrangilah sungai Yordan ini engakau dan seluruh bangsa Israel menuju negeri yang akan kuberikan kepada bangsa Israel. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu akan kuberikan kepadamu. Seperti yang telah kujanjikan kepada Musa. Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang het, sampai kelaut besar di sebelah matahari terbenam. Semuanya itu akan menjadi daerahmu. Aku akan menyertai engkau dan tidak akan membiarkan engkau dan meninggalkan engkau, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa Israel. Memiliki negeri yang kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Sebelum bangsa Israel menduduki/memiliki tanah perjanjian atau tanah Kanaan. Allah menyuruh bangsa Israel yang dipimpin Yosua memusnahkan bangsa - bangsa yang ada di Kanaan. Agar bangsa Israel tidak terpengaruh atas sikap dan tingkah laku bangsa - bangsa yang cemar itu. ( Yos 1 : 1 - 6 ).

Setelah dimusnahkan Allah mengizinkan bangsa Israel memiliki pusaka di tanah Kanaan, yang telah dibagikan oleh bangsa Israel oleh Imam Eleazar dan Yosua bin Nun dan para kepala kaum kelurga dari suku-suku mereka. ( Yos. 14 : 1 ).

Daftar Pustaka

- Alkitab, Kitab Keluaran dan Yosua.

Dibuat Oleh :

Hotmaida Sinaga

Tidak ada komentar: